Konstruksi

Apa Fungsi Tiang Pancang Dan Jenisnya

Ahli bangunan pasti tidak asing dengan istilah pondasi pada konstruksi banguanan. Ketahanan pada suatu bangunan ditopang dengan pondasi yang memiliki kekuatan sudah teruji meskipun termakan usia.

Merancang bangunan harus memperhatikan kondisi tanah, salah sedikit saja dalam perencanaan tidak akurat maka hasil pengerjaan akan sia-sia.

fungsi tiang pancang

Bangunan yang kokoh ditopang beberapa faktor, seperti pondasi  tiang pancang dengan bahan yang berkualitas dari beton dan baja atau besi, kayu.

Tiang pancang dikenal juga dilapangan dengan istilah populernya sebagai paku bumi yang terbuat dari beton berbentuk persegi panjang yang letaknya dibawah permukaan tanah.

Nah berikut ini kami jelaskan fungsi tiang pancang, kedalaman pemancangan, ukuran dan tipe atau jenisnya yang populer pada konstruksi bangunan.

Fungsi Tiang Pancang

Di dunia konstruksi, fungsi tiang pancang untuk menerima terus-menerus beban secara merata dari struktur di atas ke dalam tanah yang terletak pada kedalaman tertentu dan bersifat kuat.

Tanpa perhitungan yang matang para ahli profesional, maka pondasi dalam waktu tidak lama akan roboh karena pergeseran tanah, erosi dan bahan tidak berstandar baik.

Beberapa bangunan seperti pembuatan properti bangunan pencakar langit, dermaga, jembatan dan rumah diperlukan pondasi yang teruji.

Tanpa pondasi yang kuat maka penahan gaya yang datang ke bawah akibat pergeseran tanah tidak stabil diterima.

Baca juga : Jasa Pancang Berpengalaman PT.Kokoh Sarana Pondasi

Kedalaman Pemancangan Bangunan

Pemancangan pada umumnya dilapangan dengan posisi tegak lurus dari atas ke bawah tanah dengan kedalamam, adapula pemancang posisi miring untuk pamancangan dermaga.

Berapa kedalamam pemancangan itu?, pada pondasi rata-rata kedalaman pemacangan diukur dengan penelitian stuktur tanah dulu, ukuran kedalaman antara 10-20 m.

Pada konstruksi bangunan ada pula pondasi dangkal dengan kedalaman dari permukaan tanah ke bagian bawah pondasi kurang dari lima kali lebar pondasi.

Berbeda ketika membangun rumah 1 lantai maka kedalaman pondasi beton dan cakar ayam lebih dangkal antara 60 hingga 80 cm dan 2 lantai dengan kedalaman 120 cm hingga 2 meter sudah cukup kuat.

Ukuran Tiang Pancang (Paku Bumi)

Tiap bagunan untuk tiang pancangnya berbeda-beda sesuai kebutuhan, misal gedung tinggi maka akan lebih panjang, berbeda dengan rumah 2 lantai lebih pendek.

Ukurannya yang beredarpun memiliki ukuran 25 x 25 (4D13 – 6 meter), 25 x 25 (4D13 – 3 meter), 20 x 20 (4D13 – 6 meter), 20 x 20 (4D13 – 3 meter).

Harga tiang pancang persatuannya kisaran Rp.130.000.00 hingga Rp.200.000.00. Tetapi tiap perusahaan penyedia ada mematok harga lebih murah atau lebih tinggi tergantung bahan materialnya.

Jenis Dan Tipe Tiang Pancang

Pada umumnya tiang pancang bangunan secara umum dibagi menjadi empat tipe bahan, seperti dari komposit, kayu, baja dan beton. Dari keempat bahan tersebut memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

1. Bahan Komposit

Pemancangan kebanyakannya di daerah berair dan kombinasi bahan-bahannya seperti beton, kayu dan baja. Tiang pancangan kokoh berdiri di atas beton dan diatasnya kayu yang sudah disesuikan.

2. Bahan Pancang Baja

Kedua, tiang pancang baja sudah tak asing digunakan pada bangunan dan jembatan, tiang pancang berdiri diatas pondasi dan berbentuk kotak maupun bulat pipa.

Kelebihan dari tiang pancang baja, umur yang lama, berat yang sangat ringan, kuat dapat digunakan berkali-kali dan proses penyambungan plat yang mudah dengan bor, mur dan baut saja.

3. Bahan Pancang Kayu

Jenis tiang pancang ini sangat sering digunakan warga dipedesaan untuk membuat rumah kayu (Panggung).Bahan yang mudah dicari karena harganya yang relatif murah dibanding beton atau baja.

Bebentuk bulat tanpa pengolahan dulu dan persegi setelah dikerjakan ahli dibidangnya dan sangat ringan ketika melakukan pemancangan.

Sebelum meletakan tiang pancang kayu, siapkan dulu pondasi batu alam untuk menjaga dari serangan rayap memakan kayu. Pondasi batu alam tanpa cor berukuran tinggi 30 cm lebih dari tanah dan selanjutnya tiang pancang disambungkan.

4. Bahan Beton

Paling populer pemancangan dengan bahan beton yang kuat dan digunakan untuk membangun gedung tinggi pencakar langit, jembatan, rumah tingkat, dermaga dan lainnya.

Sebelum pemancangan para ahli di bidang kontruksi sudah hafal betul struktur tanah yang akan di jadikan peancangan dan pondasi.

Perhitungan yang terbilang rumit untuk sebagian orang, karena proses pemancangan dengan beton oleh jasa ahli pancang berpengalaman profesional dan berkualitas.

Kontraktor yang ditunjuk perusahaan melayani pemancangan dengan menggunakan alat berat dan modern, seperti Hidrolik “Hydraulic jacking system” karena tiang pancang beton sangat berat.

Getaranpun dapat direndam untuk menimalisir getaran dan suara bisisng pada area dekat lokasi pembangunan proyek berskala besar maupun  kecil.

Kesimpulan

Bangunan yang kuat tidak rentan akibat pergeseran tanah, pondasi yang kokoh satu hal yang penting setiap bangunan.

Perhitungan yang jeli menimalisir terjadinya yang tak terduga, sebaiknya bagi anda yang ingin mendirikan bangunan, silahkan berkonsultasi pada para kontruksi bangungan terpercaya dan salah satunya melayani pemancangan.